Rakyat Sejati
Aku, Jumat malam, 14 Juni 2008
“ Rakyat sejati”, sepenggal kalimat dari sebuah puisi yang ditayangkan di Kabaret. “Rakyat sejati, apa memang ada? Apakah rakyat sejati seyogyanya menjadi lilin yang melebur demi cahaya yang akhirnya akan meredup jua. Apakah rakyat sejati seperti itu?” hal itu yang aku pikirkan saat menonton Kabaret, silang sedetik kemudian channel TV-ku berpindah ke siaran film , aku menyaksikan jutaan orang bahkan ribuan orang berperang untuk menjatuhkan penguasa yang dzalim, makhluk yang telah matipun ikut berperang. Hal itu memberikan penegasan bahwa untuk membunuh penguasa yang dzalim kita harus mengerahkan semua kekuatan yang kita miliki. Hidup ini memang melelahkan bagi mereka yang memandang segala sesuatunya begitu berat. Saya tidak menyalahkan mereka yang menyisihkan waktunya untuk istirahat sejenak, asalkan tidak ketiduran hingga zamannya berakhir. Akhir dari film ini tiada lain hancurnya kekuasaan pengusaha yang dzalim dan rakyat pun bisa bermimpi indah. “ Memang akan tiba ketidakberanian manusia, tapi bukan ini masanya” orasi Raja Gondor dalam The Lord Of TheRings.
