Background

Bingung(Aku di Sabtu malam, 15 Juni 2008)


Aku bingung menjalani hidup ini, dengan berbagai golongan yang ada, pemikiran yang multiinterpretasi bercampur perasaan yang tidak mengenakkan. Saya pun dianggap sebagai seorang yang agamis oleh sebagian lain yang merasa dirinya Marxisme, dianggap Marxisme di tengah- tengah yang orang yang merasa dirinya pengikut kebenaran sejati. Haruskah identitas dan idealisme melebur ketika aku masuk dalam suatu kelompok? Tidak! Itu hal bodoh, seorang yang tidak berprinsiplah yang melakukannya. Akan tetapi mengapa ada saja yang tidak mengerti, mengapa sulit untuk memahami perbedaan, bukankah perbedaan adalah suatu keniscayaan. Pemaksaan kehendak hanya akan membuka kelemahan pemikiran yang kita pahami benar (ya Tuhan aku berlindung pada-MU dari kekeliruan memahami sesuatu). Ada yang menganggap para agamawan mengekslusifkan diri mereka, apakah karena mereka tidak pernah turun ke jalan? Mungkin mereka punya cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah social, tapi wajarkah kita menganggap mereka salah dan mengklaim cara GW yang paling jitu. Semua itu dinamika kehidupan yang saling mempengaruhi, aku hanya ingin memasuki pintu kebenaran dari manapun datangnya. Harapanku ialah memahami Hablun minannas wa hablun minAllah. Puji Tuhan Yang Maha Esa.

Categories: Share

Leave a Reply